Tugas Penjaskes POLA HIDUP SEHAT,AKUATIK RENANG Dan
SENAM
>Pola Hidup
Sehat
pengertian pola hidup sehat
Kesehatan merupakan dasar untuk peningkatan dan pembinaan
kesegaran jasmani, oleh karena itu sebelum seseorang melakukan latihan
kesegaran jasmani, ia mutlak harus berada dalam kondisi ”sehat”.
Pola hidup sehat pada dasarnya adalah suatu kesatuan program
yang meliputi program kesehatan, kesegaran jarman, gizi dan aktivitas rekreasi
bila dilaksanakan dengan baik dan benar akan mendukung tercapainya
produktivitas kerja yang tinggi. Dengan melaksanakan pola hidup sehat secara
baik dan benar, maka seorang PNS akan memperoleh tubuh yang sehat, tingkat
kesegaran jasmani yang memadai serta mampu menjaga keseimbangan antara
aktivitas fisik dan mental melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat rekreatif.
Manfaat yang diperoleh dengan menerapkan pola hidup sehat adalah
sebagai berikut:
1. Berpenampilan lebih sehat dan ceria
2. Dapat tidur nyenyak
3. Dapat menikmati kehidupan sosial baik dilingkungan keluarga
maupun masyarakat, sehingga meningkatkan kualitas hidup
4. Dapat berjalan atau berkarya lebih baik
5. Dapat meningkatkan produktivitas kerja
6. Berfikir sehat dan positif
7. Merasa tentram dan nyaman
8. Memiliki rasa percaya diri dan hidup seimbang.
Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992, dijelaskan bahwa
kesehatan adalah “keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang
memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis”.
Dari definisi tersebut jelas terlihat bahwa kesehatan bukanlah
semata-mata keadaan bebas dari penyakit, cacat atau kelemahan. Dari pengertian
tersebut tersimpulkan bahwa hidup sehat secara badaniah, sosial dan rohani
merupakan hak setiap orang. Sedangkan yang dimaksud dengan pola hidup sehat
adalah segala upaya guna menerapkan kebiasaan baik dalam menciptakan hidup yang
sehat dan menghindari diri dari kebiasaan buruk yang dapat mengganggu
kesehatan.
Senam merupakan aktivitas fisik yang dapat membantu
mengoptimalkan perkembangan anak. Gerakan-gerakan senam sangat sesuai untuk
mendapat penekanan di dalam program pendidikan jasmani, terutama karena
tuntutan fisik yang dipersyaratkannya, seperti kekuatan dan daya tahan otot
dari seluruh bagian tubuh. Di samping itu, senam juga menyumbang besar pada
perkembangan gerak dasar fundamental yang penting bagi aktivitas fisik cabang
olahraga lain, terutama dalam hal bagaimana mengatur tubuh secara efektif dan
efisien.
>AKUATIK RENANG
MATERI PEMBELAJARAN
A. RENANG GAYA DADA
Renang gaya dada sering juga disebut renang gaya katak. Sebutan
ini dikarenakan renang gaya dada tersebut mirip sekali dengan gerakan katak
pada waktu berenang. Perbedaannya, pada manusia sikap meluncurnya dilakukan
dengan kedua kaki dan tangan lurus, sedangkan pada katak hal ini tidak
dijumpai. Gaya pada ini abad ke-19 sudah diajarkan dan diperlombakan
disekolah-sekolah termasuk sekolah militer, sehingga dikenal dengan nama gaya
sekolah atau schoolslag.
Awal tahun 1966 perenang Rusia, Nikolai Pankain mulai
mengembangkan gerakan gaya ini yang dapat menambah kecepatan gerak tangan
melakukan fase istirahat,menghilangkan sikap tentang tangan bersama-sama
dibawah dada. Hal ini merupakan pembaharuan dalam irama dari gayanya dengan
kemungkinan agak sedikit menunda posisi pengambilan nafas. Pengembangan ini
berperan penting dan kini disebut gaya dada Eropa, yang untuk beberapa hal
berbeda dengan gaya dada Amerika.
Renang gaya dada pada dasarnya dapat ditinjau dari: posisi
tubuh, gerakan kaki, gerakan lengan, gerakan pernafasan, dan koordinasi
gerakan. Teknik gerakan renang gaya dada akan diuraikan satu-persatu sebagai
berikut.
1. Latihan Posisi Tubuh
Cara melakukan gerakan posisi tubuh sebagai berikut:
Badan beserta seluruh anggota badan rileks. Maksudnya agar
jangan sampai mengeluarkan tenaga yang tidak ada gunanya. Juga mempermudah
membuat posisi badan terapung dipermukaan air.
Badan harus sehorizontal mungkin agar tahanan terhadap air
sekecil mungkin.
Sewaktu meluncur ke depan dengan badannya relatif datar,
kepalanya kira-kira 80% dalam air dengan muka agak terangkat sedikit ke depan.
2. Latihan Gerakan Kaki
Ada 2 teori mengenai gerakan kaki, yaitu:
a. Teori Gerakan Baji
Teori ini dikembangkan oleh Davis Delton pada tahun 1907, yang
menyatakan bahwa gerakan maju atau luncuran ke depan yang diperoleh dari
gerakan kaki ialah karena meluruskan atau menyentakan dua kaki dengan kuat.
Akibatnya dari gerakan itu air ditekan antara kaki-kaki dan mendorong badan
maju. Teori ini bertentangan dengan teori Hukum Aksi Reaksi Newton, yang
menyatakan bahwa gerakan maju ke depan (luncuran ke depan) akibat dari desakan
ke belakang. Teori gearakan baji ini sudah jarang atau tidak di lakukan lagi.
b. Teori Gerakan Cambuk
Teori gerakan cambuk pertama kali dilakukan oleh Chet
Jastremseki pada tahun 1961. Teori ini menyatakan bahwa gerakan maju atau
luncuran ke depan yang di peroleh dari gerakan kaki ialah dari gerakan mendesak
air ke belakang dengan telapak kaki. Teori mendasarkan pada teori Hukum Reaksi
Newton. Sampai sekarang teori ini masih dikembangkan di mana-mana.
Cara melakukan latihan teori gerakan mencambuk sebagai berikut:
- Kedua kaki rapat lurus dan rileks ada di permukaan air
- Kedua telapak kaki mulai ditarik pelan-pelan, kedua lutut
mulai ditarik ke bawah
- Tekukkan kedua lutut mendekati selesai, dan tumit terbuka
selebar panggul, telapak kaki menghadap ke atas
- Tekukkan kedua lutut selesai, telapak kaki tetap menghadap ke
atas dan sudah dekat dengan pantat
- Lutut masih tetap dalam posisi tekuk, kedua kaki bawah mulai
merenggang lebih lebar ke samping dan telapak kaki mulai memutar ujung-ujung
jarinya ke arah luar
- Kedua kaki bawah lebih merenggang ke samping diikuti kedua
lutut untuk memulai tendangan. Kedua lutut mulai melurus
- Tendangan cambuk kedua kaki yang kuat, kedua lutut mendekati
lurus
- Akhiri dari tendangan kedua kaki. Lutut sudah lurus
- Selesai tendangan kedua kaki. Lutut, tumit lurus dan rapat
rileks
Bentuk-bentuk latihan gerakan kaki.
Latihan gerakan kaki dengan posisi terlentang
a) Belajar garak dasar kaki gaya dada sambil duduk di pinggir
kolam
b) Belajar gerak dasar kaki gaya dada sambil berdiri di pinggir
menghadap kolam
c) Belajar gerak dasar kaki gaya dada sambil berdiri di pinggir
menghadap kolam, namun sambil dipegang sebagai bebannya
d) Belajar gerak dasar kaki gaya dada sambil terapung terlentang
dalam memegang pelampung di kolam
Latihan gerakan kaki di tempat
a) Latihan gerakan kaki gaya dada sambil memegang dinding di
kolam
b) Seperti latihan diatas, tetapi menggunakan tahanan kaki
3. Latihan gerakan lengan
Pada prinsipnya gerakan lengan gaya dada dapat dibagi menjadi
dua, yaitu:
a). Gerakan menarik
Cara melakukannya sebagai berikut.
(1). Menarik kedua telapak tangan keluar (ke samping sampai
berjarak kira-kira 30 cm satu
sama lainnya)
(2). Bengkokkan kedua siku dan lengan bagian atas di putar
sekadarnya, kemudian ditarik
kedua telapak tangan kebelakang dengan kuat sampai segaris
dengan bahu, posisi siku-
siku yang tinggi tampak dengan nyata pada saat ini.
(3). Putarlah kedua telapak tangan ke arah dalam, sampai kedua
telapak tangan bertemu di
bawah dada.
b). Gerakan istirahat
c). Teknik gerakan lengan
4. Latihan gerakan pengambilan napas
Gerakan pengambilan napas yaitu suatu proses menghirup udara.
Menghirup udara dilakukan pada akhir pull dari gerakan lengan, yaitu pada saat
tangan siap di dorong kedepan, kepala diangkat sampai batas mulut keluar
permukaan air dan segera menghirup udara, badan harus tetap diusahakan pada
posisi horizontal dan bahu jangan sampai keluar dari permukaan air.
Mengeluarkan udara atau napas dilakukan pada saat recovery
lengan, yaitu pada saat tangan didorong ke depan lurus, mulut dan hidung masuk
ke permukaan air. Segera setelah itu udara dikeluarkan sedikit demi sedikit
melalui hidung.
Latihan gerakan koordinasi
Koordinasi gerakan keseluruhan renangn gaya dada ialah
koordinasi antara gerakan kaki, gerakan lengan dan gerakan pengambilan napas.
Berikut ini akan dikeluarkan serangkaian koordinasi gerakan renang gaya dada.
- Kaki lurus ke belakang, lengan lurus ke depan, dengan telapak
tangan miring keluar dan kepala kira-kira 80% masuk dalam air.
- Kaki masih lurus ke belakang, kedua tangan mulai dibuka ke
samping selebar bahu.
- Kaki tetap lurus, kedua tangan mulai menarik. Jarak antara
kedua tangan sudah lebih lebar dari bahu dan telapak tangan menghadap ke belakang.
Napas dikeluarkan dan gelembung-gelembung udara keluar dari mulut hidung.
- Siku-siku mulai dibengkokkan dan lengan atas berputar, tangan
menarik dengan kuat.
- Seperti latihan diatas, telapak tangan mulai berputar ke dalam
dan kepala mulai terangkat sedikit.
- Mangambil napas dilakukan pada saat tangan siap didorong ke
depan.
- Pengambilan napas telah selesai dan mulut sudah tertutup.
Tangan mulai digerakan ke depan
- Leher dilemaskan untuk merendahkan kepala kedalam air kembali.
Kaki ditarik ke pantat sedangkan lengan terus bergerak ke depan sebagai akibat
diluruskannya siku-siku.
- Kepala terus menunduk karena pengendoran dari leher.
- Kaki ditendangkan ke belakang melingkar. Napas ditahan dan
tidak akan mulai mengeluarkannya sampai tarikan tangan yang berikutnya dimulai.
- Seperti latihan nomor ( 10 ) dan kaki mulai merapat.
- Lengan sudah lurus, perenang menyelesaikan tendangannya dan
memusatkan perhatiannya pada keseimbangan badannya supaya terbentang lurus
horizontal. Selanjutnya kembali dari sikap permulaan lagi.
B. Renang Gaya Bebas
1.Teknik Koordinasi Gerakan
Latihan koordinasi gerakan gaya bebas adalah latihat yang
terpadu dari semua unsur gerakan yang ada pada gaya bebas, yaitu mulai dari
gerakan meluncur yang dilanjutkan dengan gerakan kaki, lengan dan pernapasan
dengan seksama sehingga terwujudlah suatu gaya bebas yang baik. Yang terpenting
pada latihan koordinasi ialah koordinasi antara gerakan ini merupakan pengatur
keseimbangan dan tenaga penggerak atau pendorong.
Lengan dan kaki tidak bekerja sendiri-sendiri, Irama gerakan
kaki harus disesuaikan dengan irama gerakan lengan. Pada gaya bebas ada
beberapa macam gerakan koordinasi yang dihitung dari beberapa kali gerakan kaki
(pukulan) dalam suatu gerakan lengan lengkap kiri dan tangan. Ada perenang
mempergunakan 2 kali pukulan, 4 kali pukulan, 6 kali pukulan dan 8 kali
pukulan. Tetapi pada saat ini umum digunakan 6 kali pukulan, artinya pada saat
setiap tiga kali gerakan kaki ke atas dalam setiap satu kali gerakan lengan.
2. Bentuk-bentuk Latihan Koordinasi Gerakan
Dari posisi berdiri di air, pada kedalaman setinggi dada,
lakukan luncuran telungkuk ke depan dan
Gerak dasar menarik tangan. Perhatian diarahkan pada ketepatan
pengambilan napas sambil melakukan gerakan lengan. Lakukan pengmbilan napas
dari sisi lengan yang melakukan gerakan. Buang napas selama muka di dalam air.
Usahakan jangan menahan napas terus-menerus.
Variasi Latihan Koordinasi Gerakan
1. Lakukan aktivitas belajar di atas dengan sambil memegang
pelampung.
2. Lakukan aktivitas belajar di atas, tetapi kaki dan tangan
tidak menggunakan pelampung.
3. Lakukan aktivitas belajar di atas, tetapi kaki melakukan
gerakan menendang.
Lakukan aktivitas belajar ini pada awalnya dikolam dangkal,
apabila siswa sudah nampak mahir,
Lakukan pada kolam yang dalam.
Variasi latihan koordinasi gerakan
1. Lakukan aktivitas belajar di atas, tetapi penekanannya
diarahkan pada ketepatan (Timing) mengambil napas dengan gerak lengan.
2. Lakukan aktivitas belajar di atas dengan sambil memegang
pelampung.
3. Lakukan aktivitas belajar di atas, tetapi kaki dan tangan
tidak menggunakan pelampung.
4. Lakukan aktivitas belajar di atas, tetapi kaki melakukan
gerakan menendang.
Lakukan aktivitas belajar ini pada awalnya di kolam dangkal,
apabila siswa sudah nampak mahir, lakukan pada kolam yang da lam.
3. Rangkaian Renang Gaya Bebas secara Keseluruhan
Rangkaian renang gaya bebas terdiri dari :( 1) posisi badan,(2)
gerakan kaki,(3) gerakan lengan,(4) gerakan pengambilan napas, dan (5)
pengambilan napas. Seluruh rangkaian renang gaya bebas tersebut dapat dilihat
pada gambar berikut ini.
C. Renang Gaya Punggung
1. Teknik Renang Gaya Punggung
Gaya punggung merupakan gaya kesayangan bagi perenang
pertandingan maupun rekreasi. Dalam proses pembelajaran menunjukan bahwa perenang-perenang
pemula merasa lebih senang mempelajari gaya punggung dari pada mempelajari gaya
bebas, gaya dada atau gata kupu-kupu. Ini dikarenakan wajah perenang berada di
atas permukaan air sehingga mudah bernapas dan juga lebih mudah membuka mata. Walaupun
begitu ada satu persoalan yaitu perenang tidak dapat melihat kemana-mana.
Sebelum perenang mencoba berenang menggunakan gaya punggung,
dianjurkan agar terlebih dahulu mulai dengan belajar mengambang atau mengapung
pada punggungnya hingga benar-benar santai.
Gaya punggung ini di bagi ke dalam empat bagian dasar sikap
tubuh, gerakan kaki, gerakan lenga, bernapas dan koordinasi gerak.
a. Sikap Tubuh
Sikap tubuh pada renang gaya punggung yang benar adalah santai
dan mengambang seakan-akan air menyangga tubuh. Punggung perenang harus rata
dengan pangkal paha merapat pada permukaan air. Kepala menghampar ke belakang
dan air sejajar dengan kedua telinga.
b. Gerakan Kaki
Tendangan mengipas-ngipas yang terus-menerus adalah kunci
penting untuk berhasil. Selama kaki bergerak, lutut harus sedikit bengkok,
sementara dengan jari-jari kaki menendang ke atas. Jari-jari kaki harus
diluruskan dengan pergelangan selonggar mungkin, sehingga menghindari
cebar-cebur air sedikit mungkin.
c. Gerakan Lengan
Pertama-tama jari kelingking memasuki air tepat di belakang atau
di sisi luar, bahu bergerak dalam air 10 -15 cm sebelum mulai gerak menarik.
Kemudian menarik dan mendorong air dengan gerakan melempar. Setelah tahap
mendorong dari gaya ini, tangan di angkat ke luar dari air ini di sebut masa
pemulihan kembali. Cara termudah untuk memulihkan kembali tangan adalah dengan
menjaga agar tetap lurus dan mengangkatnya pun harus tegak. Ini akan membuat
jari kelingking masuk lebih dulu ke dalam air.
d. Bernapas dan koordinasi gerak
Pada saat satu tangan selesai mendorong air, tangan yang lain
harus masuk air. Pada waktu yang sama, jari-jari kaki harus tinggal di atas
membuihkan air, pola bernapas yang sederhana adalah menghirup ketika tangan
kanan keluar dari air dan memghembuskan ketika tangan kiri keluar dari air.
Cara mudah untuk melatih bernapas adalah apabila bergerak perlahan dengan
kecepatan tetap.
D. Penyelamatan di Air
1. Hakikat Penyelamatan di Air
Olahraga renang merupakan olahraga yang menyenangkan. Akan
tetapi kita harus waspada akan bahaya di air. Bahaya itu justru timbul dari
diri sendiri. Penyebab terjadinya bahaya di air antara lain panik, gugup, sulit
bernapas, kejang otot, dan adanya ombak.
Setiap orang hendaknya mampu mengendalikan diri terhadap
kemungkinan terjadinya kecelakaan di air. Kemampuan mengatasi kecelakaan di air
merupakan hal yang penting. Hal ini merupakan langkah awal sebagai usaha
menghindarkan bahaya di air.
Kejadian bahaya di air biasanya akan berakibat fatal. Pada
umumnya bahaya kecelakaan di air adalah ketika korban tidak dapat bernapas lagi
akibat adanya air yang masuk ke dalam saluran pernapasannya. Ketika mulut dan
hidung korban kemasukan air maka kemungkinan proses pernapasannya akan
terganggu. Korban akan mengalami sulit untuk bernapas sehingga kejadian ini
akan berakibat fatal bagi korban. Untuk itu kita harus mengetahui dasar-dasar
penyelamatan di airuntuk mengantisipasi kecelakaan di air.
2. Usaha-usaha Penyelamatan Diri di Air
Hal-hal yang harus diperhatikan untuk menjaga keselamatan diri
di air sebagai berikut:
Mempelajari kemampuan berenang dengan baik, paling tidak mampu
untuk menyelamatkan diri sendiri jika terjadinya bahaya saat di air.
Jangan berenang sendiri. Hendaklah berenang bersama dengan orang
lain yang mampu memberikan pertolongan jika diperlukan.
Berenang di tempat atau daerah-daerah yang diperbolehkan menurut
peraturan yang ada.
Berusaha sebaik-baiknya memtuhi peraturan-peraturan yang berlaku
di kolam renang/pantai.
Berusaha mempelajari cara-cara praktis memberi pertolongan atau penyelamatan
diri, jika terjadi kecelakaan.
Memahami cara memberikan pertolongan pernapasan buatan
(resusitasi).
Mengetahui kemampuan diri dan jangan sekali-kali mencoba diluar
batas kemampuan.
Selalu menghindari atau berada diluar air, apabila beberapa saat
setelah makan, arus deras,ataupun halilintar.
Selalu menjaga jarak dengan menara ataupun tempat papan loncat
indah saat berenang, agar dapat terhindar dari kecelakaan.
Mematuhi instruksi guru sebelum turut serta dalam kegiatan
olahraga air.
Berusaha meminta pertolongan, jika sangat membutuhkan.
3. Pertolongan Kecelakaan di Air
Seringkali kita bingung dan akan panik, jika salah seorang teman
mengalami kecelakaan di air. Gugup akan makin menjadi-jadi, bahkan mberkembang
menjadi panik oleh karena tidak ada satu pun yang sanggup memberi pertolongan.
Kalaupun bisa berenang hanya alakadarnya, sehingga tidak mungkin bisa memberi
pertolongan.
Ketakutan semacam itu bisa saja menghantui setiap orang yang
belum mampu berenang dengan baik. Bahkan sering timbul kesan jika dirinya
memberi pertolongan, malah ia terbawa menjadi korban juga. Sebenarnya
kekhawatiran tersebut tidak perlu terjadi apabila penolong tidak panik.
Bagaimana pun korban sangat membutuhkan pertolongan dengan segera, sebab suatu
keterlambatan akan berakibat kematian.
Cara memberikan pertolongan kepada korban tenggelam sebagai
berikut.
a. Memberi pertolongan dengan jangkauan
Memberi pertolongan dengan jangkauan dari atas kolam dilakukan
karena korban berasa didekat jangkauan. Cara memberikan pertolongan dengan
jangkauan sebagai berikut.
1. Pertolongan dengan jangkauan dari dek
2. Pertolongan dengan jangkauan turun tangga
3. Pertolongan dengan jangkauan melalui kaki
4. Pertolongan dengan korban jauh dari jangkauan
5. Pertolongan dengan memggunakan ring pelampung
6. Pertolongan dengan menggunakan ban
b. Teknik-teknik membawa korban kecelakaan air
Teknik dasar membawa korban kecelakaan air sebagai berikut.
1. Melakukan renangan pertolongan dengan baik
2. Memegang lengan dari depan
3. Memegang lengan dari belakang
4. Memegang lengan korban dengan dua orang penolong
4. Pernapasan buatan
Beberapa cara memberikan pernapasan buatan, antara lain:
a. Pernapasan dari mulut ke mulut
b. Pernapasan dari mulut melalui tube dengan masker muka
c.Pernapasan dengan menggunakan balon dan masker muka
d. Pernapasan dengan menggunakan resusitator manual atau
otomatis
>SENAM
1. Pengertian Senam Secara Umum
Senam yang dikenal dalam bahasa Indonesia sebagai salah satu
cabang olahraga, merupakan terjemahan langsung dari bahasa Inggris Gymnastics,
atau Belanda Gymnastiek. Gymnastics sendiri dalam bahasa aslinya merupakan
serapan kata dari bahasa Yunani, gymnos, yang berarti telanjang. Menurut
Hidayat (1995), kata gymnastiek tersebut dipakai untuk menunjukkan
kegiatan-kegiatan fisik yang memerlukan keleluasaan gerak sehingga perlu
dilakukan dengan telanjang atau setengah telanjang. Hal ini bisa terjadi karena
teknologi pembuatan bahan pakaian belum semaju sekarang, sehingga belum
memungkinkan membuat pakaian yang bersifat lentur mengikuti gerak pemakainya.
Dalam bahasa Yunani sendiri, gymnastics diturunkan dari kata
kerja gymnazein, yang artinya berlatih atau melatih diri. Latihan-latihan ini
diperlukan bagi para pemuda Yunani Kuno ( sekitar tahun 1000 SM hingga
kira-kira tahun 476) untuk menjadi warga negara yang baik sesuai cita-cita
negara serta untuk menjadikan penduduknya sebagai manusia harmonis. Para
filosof seperti Socrates, Plato, dan Aristoteles telah mendukung
program-program latihan fisik ini, yang dimaksudkan untuk meningkatkan
keindahan dan kecantikan, kekuatan, serta efisiensi gerak. Dari jaman ini
pulalah tanda-tanda berkembangnya senam medis, massage dan kebugaran dapat
ditelusur ulang. Pada jaman kekaisaran Romawi kegiatan-kegiatan sejenis dapat
pula ditemukan. Pada waktu itu masyarakat amat mendukung kegiatan-kegiatan
fisik untuk memudahkan latihan-latihan militer untuk kaum prianya. Sebagai
hasilnya, para pemuda Romawi telah dikenal sebagai pemuda yang kuat, berani,
serta pejuang tangguh. Pada saat itu kata gymnos atau gymnastics mengandung
arti yang demikian luas, tidak terbatas pada pengertian seperti yang dikenal
dewasa ini. Kata tersebut menunjuk pada kegiatan-kegiatan olahraga seperti
gulat, atletik, serta bertinju. Sejalan dengan berkembangnya jaman, kemudian
arti yang dikandung kata gymnastics semakin menyempit dan disesuaikan dengan
kebutuhannya. Lalu apakah definisi senam? Tidak mudah memang mendefinisikan
kata yang satu ini, karena dalam kekhususan yang dikandungnya terdapat keluasan
makna yang ingin dicakup, sesuai dengan perkembangan berbagai aliran dan jenis
senam yang terjadi dewasa ini. Imam Hidayat (1995) mencoba mendefinisikan senam
sebagai : …suatu latihan tubuh yang dipilih dan dikonstruk dengan sengaja,
dilakukan secara sadar dan terencana, disusun secara sistematis dengan tujuan
meningkatkan kesegaran jasmani, mengembangkan keterampilan, dan menanamkan
nilai-nilai mental spiritual. Sedangkan Peter H. Werner (1994) mengatakan:
senam dapat diartikan sebagai bentuk latihan tubuh pada lantai atau pada alat
yang dirancang untuk meningkatkan daya tahan, kekuatan, kelentukan, kelincahan,
koordinasi, serta kontrol tubuh. Jadi fokusnya adalah tubuh, bukan alatnya,
bukan pula pola-pola geraknya, karena gerak apapun yang digunakan, tujuan
utamanya adalah peningkatan kualitas fisik serta penguasaan pengontrolannya.
Mengingat begitu luasnya cakupan arti senam serta berbagai karakteristik
geraknya, Imam Hidayat (1196) memberikan pedoman untuk memperjelas pengertian
senam: Tumbling Akrobatik = SENAM Calesthenic Maksudnya adalah, jika suatu
kegiatan fisik mengandung salah satu atau gabungan dari ketiga unsur di atas,
kegiatan itu bisa dikelompokkan sebagai senam. Apakah arti dari setiap unsur di
atas?
1) Kalestenik Calesthenic berasal dari kata Yunani (Greka), yaitu
Kalos yang artinya indah dan Stenos yang artinya kekuatan. Dengan begitu
calesthenic bisa diartikan sebagai kegiatan memperindah tubuh melalui latihan
kekuatan. Maksudnya adalah latihan tubuh (baik memakai alat maupun tanpa alat)
untuk meningkatkan keindahan tubuh. Dalam bahasa Inggris, calesthenic diartikan
sebagai free exercises dan dalam bahasa Jerman disebut frei ubungen. Lalu dalam
bahasa Indonesia disebut apa? Latihan bebas? Rasanya kurang tepat. Bagaimana
kalau kita sebut saja kalestenik? Akhirnya, kata kalestenik bisa kita artikan
sebagai kegiatan atau latihan fisik untuk memelihara atau menjaga kesegaran
jasmani (senam pagi, senam kesegaran jasmani), meningkatkan kelentukan dan
keluwesan (senam wanita, misalnya), serta memelihara teknik dasar dan
keterampilan (misalnya untuk petinju atau pemain sepakbola).
2) Tumbling. Dalam pengertian sekarang, sebenarnya kata tumbling
dan kata akrobatik sering dipertukarkan, sehingga dianggap tidak ada perbedaan
di antara keduanya. Padahal, tumbling dan akrobatik memiliki arti ketangkasan
dalam arti yang berbeda. Tumbling adalah gerakan yang cepat dan eksplosif dan
merupakan gerak yang pada umumnya dirangkaikan pada satu garis lurus. Adapun
cirinya adalah: adanya unsur melompat, melayang bebas di udara dan dilakukan
dengan cepat.
Contoh dari tumbling adalah kip, handspring, atau salto.
Tumbling berasal dari kata tombolon (bahasa italia), tommelen (Belanda), tomber
(Perancis) yang artinya melompat disertai melenting dan berjungkir balik secara
berirama. Tumbling dan akrobatik dalam senam 3) Akrobatik. Akrobatik bisa
diartikan sebagai keterampilan yang pada umumnya menonjolkan fleksibilitas
gerak dan balansing (keseimbangan) dengan gerakan yang agak lambat. Contohnya
adalah chestroll, walkover, backover, dsb. Atau gerakan-gerakan seperti posisi
bertahan seperti handstand dan press. Jadi kalestenik, tumbling, dan akrobatik
adalah unsur-unsur dari latihan senam.
2. Jenis Senam
Seperti juga kesulitan dalam memahami definisi dan arti senam,
maka bisa juga kesulitan lain timbul manakala kita ingin membagi senam ke dalam
jenis-jenisnya. Hal ini disebabkan oleh begitu banyaknya jenis kegiatan yang
bisa dikategorikan ke dalam senam, seperti senam si buyung, senam wanita, senam
bayi, senam pagi, senam kesegaran jasmani, senam jantung sehat dll. Untuk lebih
memudahkan penjenisan senam, alangkah baiknya kita ikuti pengelompokkan senam
yang dilakukan oleh FIG (Federation Internationale de Gymnastique) yang
di-Indonesiakan menjadi Federasi Senam Internasional. Menurut FIG, senam dibagi
menjadi 6 kelompok, yaitu: a. senam artistik (artistic gymnastics) b. senam
ritmik sportif (sportive rhythmic gymnastics) c. senam akrobatik (acrobatic
gymnastics) d. senam aerobik sport (sports aerobics) e. senam trampolin
(trampolinning) f. senam umum (general gymnastics)
Senam artistik diartikan sebagai senam yang menggabungkan aspek
tumbling dan akrobatik untuk mendapatkan efek-efek artistik dari
gerakan-gerakan yang dilakukan pada alat-alat sebagai berikut:
Artistik Putra:
1. Lantai (Floor Exercises)
2. Kuda Pelana (Pommel Horse)
3. Gelang-gelang (Rings)
4. Kuda Lompat (Vaulting Horse)
5. Palang Sejajar (Parallel Bars)
6. Palang Tunggal (Horizontal Bar)
Artistik Putri:
1. Kuda Lompat (Vaulting Horse)
2. Palang Bertingkat (Uneven Bars)
3. Balok Keseimbangan (Balance Beam)
4. Lantai (Floor Exercises)
Contoh Senam Artistik Efek artistik dihasilkan dari besaran
(amplitudo) gerakan serta kesempurnaan gerak dalam menguasai tubuh ketika
melakukan berbagai posisi. Gerakan-gerakan tumbling digabung dengan akrobatik
yang dilaksanakan secara terkontrol, mampu memberikan pengaruh mengejutkan yang
mengundang rasa keindahan. Senam ritmik sportif adalah senam yang dikembangkan
dari senam irama sehingga dapat dipertandingkan. Komposisi gerak yang diantarkan
melalui tuntunan irama musik dalam menghasilkan gerak-gerak tubuh dan alat yang
artistik, menjadi ciri dari senam ritmik sprotif ini. Adapun alat-alat yang
digunakan adalah: 1. Bola (ball) 2. Pita (Ribbon) 3. Tali (Rope) 4. Simpai
(Hoop) 5. Gada (Clubs) Senam Ritmik Sportif Senam Akrobatik adalah senam yang
mengandalkan akrobatik dan tumbling, sehingga latihannya banyak mengandung
salto dan putaran yang harus mendarat di tempat-tempat yang sulit. Misalnya
mendarat di atas tangan pasangan atau di bahunya. Senam akrobatik biasanya
dilakukan secara tunggal dan berpasangan. Senam ini, bersama-sama dengan senam
trampolin dan sports aerobics, baru masuk ke dalam jajaran organisasi senam di
bawah FIG pada tahun 1996, pada Kongres FIG di Atlanta Olympic Games, USA.
Senam Trampolin merupakan pengembangan dari satu bentuk latihan
yang dilakukan di atas trampolin. Trampolin adalah sejenis alat pantul yang
terbuat dari rajutan kain yang dipasang pada kerangka besi berbentuk segi
empat, sehingga memiliki daya pantul yang sangat besar. Pada mulanya penggunaan
trampolin ini hanya untuk membantu penguasaan keterampilan akrobatik untuk
senam artistik atau untuk para peloncat indah. Namun, karena latihannya memang
menarik, akhirnya dikembangkan menjadi suatu latihan yang dipertandingkan.
Senam Akrobatik Senam Trampolin Sports aerobics Sports Aerobics
merupakan pengembangan dari senam aerobik. Agar pantas dipertandingkan,
latihan-latihan senam aerobik yang berupa tarian atau kalistenik tertentu
digabung dengan gerakan-gerakan akrobatik yang sulit. Sports aerobics saat ini
mempertandingkan empat kategori, yaitu : single putra, single putri, pasangan
campuran, dan trio. Sedangkan senam umum adalah segala jenis senam di luar
kelima jenis senam di atas. Dengan demikian. Senam-senam seperti senam aerobik,
senam pagi, SKJ, senam wanita, dsb., termasuk ke dalam senam umum.
3. Pengertian Senam Kependidikan
Senam kependidikan adalah istilah yang diterapkan pada kegiatan
pembelajaran senam yang sasaran utamanya diarahkan untuk mencapai tujuan-tujuan
kependidikan. Hal ini mengisyaratkan bahwa yang paling dipentingkan dari
kegiatan tersebut adalah anaknya sendiri, bukan kegiatan atau keterampilan
geraknya. Senam hanyalah alat, sedangkan yang menjadi tujuan adalah perkembangan
anak melalui kegiatan-kegiatan yang bertema senam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar